Semua Tentang BEI ( PT. Bursa Efek Indonesia )

ALAMAT
Gedung Bursa Efek Indonesia,
Tower 1, Lantai 6
Jl. Jend. Sudirman Kav 52-53
Jakarta Selatan 12190, Indonesia
Tel : 0800-100-9000
Email : callcenter@idx.co.id

IKHTISAR

VISI : Menjadi bursa yang kompetitif dengan kredibilitas tingkat dunia.

MISI : Menyediakan infrastruktur untuk mendukung terselenggaranya perdagangan efek yang teratur, wajar, dan efisien serta mudah diakses oleh seluruh pemangku kepentingan (stakeholders)

SEJARAH DAN MILESTONE

Secara historis, pasar modal telah hadir jauh sebelum Indonesia merdeka. Pasar modal atau bursa efek telah hadir sejak jaman kolonial Belanda dan tepatnya pada tahun 1912 di Batavia. Pasar modal ketika itu didirikan oleh pemerintah Hindia Belanda untuk kepentingan pemerintah kolonial atau VOC.

Meskipun pasar modal telah ada sejak tahun 1912, perkembangan dan pertumbuhan pasar modal tidak berjalan seperti yang diharapkan, bahkan pada beberapa periode kegiatan pasar modal mengalami kevakuman. Hal tersebut disebabkan oleh beberapa faktor seperti perang dunia ke I dan II, perpindahan kekuasaan dari pemerintah kolonial kepada pemerintah Republik Indonesia, dan berbagai kondisi yang menyebabkan operasi bursa efek tidak dapat berjalan sebagimana mestinya.

Pemerintah Republik Indonesia mengaktifkan kembali pasar modal pada tahun 1977, dan beberapa tahun kemudian pasar modal mengalami pertumbuhan seiring dengan berbagai insentif dan regulasi yang dikeluarkan pemerintah.

Secara singkat, tonggak perkembangan pasar modal di Indonesia dapat dilihat sebagai berikut:

  • Desember 1912 | Bursa Efek pertama di Indonesia dibentuk di Batavia oleh Pemerintah Hindia Beland
  • 1914 – 1918 | Bursa Efek di Batavia ditutup selama Perang Dunia I
  • 1925 – 1942 | Bursa Efek di Jakarta dibuka kembali bersama dengan Bursa Efek di Semarang dan Surabaya
  • Awal 1939 | Karena isu politik (Perang Dunia II) Bursa Efek di Semarang dan Surabaya ditutup
  • 1942 – 1952 | Bursa Efek di Jakarta ditutup kembali selama Perang Dunia II
  • 1956 | Program nasionalisasi perusahaan Belanda. Bursa Efek semakin tidak aktif
  • 1956 – 1977 | Perdagangan di Bursa Efek vakum
  • 10 Agustus 1977 | Bursa Efek diresmikan kembali oleh Presiden Soeharto. BEJ dijalankan dibawah BAPEPAM (Badan Pelaksana Pasar Modal). Pengaktifan kembali pasar modal ini juga ditandai dengan go public PT Semen Cibinong sebagai emiten pertama
  • 1977 – 1987 | Perdagangan di Bursa Efek sangat lesu. Jumlah emiten hingga 1987 baru mencapai 24. Masyarakat lebih memilih instrumen perbankan dibandingkan instrumen Pasar Modal
  • 1987 | Ditandai dengan hadirnya Paket Desember 1987 (PAKDES 87) yang memberikan kemudahan bagi perusahaan untuk melakukan Penawaran Umum dan investor asing menanamkan modal di Indonesia
  • 1988 – 1990 | Paket deregulasi dibidang Perbankan dan Pasar Modal diluncurkan. Pintu BEJ terbuka untuk asing. Aktivitas bursa terlihat meningkat
  • 2 Juni 1988 | Bursa Paralel Indonesia (BPI) mulai beroperasi dan dikelola oleh Persatuan Perdagangan Uang dan Efek (PPUE), sedangkan organisasinya terdiri dari broker dan dealer
  • Desember 1988 | Pemerintah mengeluarkan Paket Desember 88 (PAKDES 88) yang memberikan kemudahan perusahaan untuk go public dan beberapa kebijakan lain yang positif bagi pertumbuhan pasar modal
  • 16 Juni 1989 | Bursa Efek Surabaya (BES) mulai beroperasi dan dikelola oleh Perseroan Terbatas milik swasta yaitu PT Bursa Efek Surabaya
  • 13 juli 1992 | Swastanisasi BEJ. BAPEPAM berubah menjadi Badan Pengawas Pasar Modal. Tanggal ini diperingati sebagai HUT BEJ
  • 22 Mei 1995 | Sistem Otomasi perdagangan di BEJ dilaksanakan dengan sistem computer JATS (Jakarta Automated Trading Systems)
  • 10 November 1995 | Pemerintah mengeluarkan Undang –Undang No. 8 Tahun 1995 tentang Pasar Modal. Undang-Undang ini mulai diberlakukan mulai Januari 1996
  • 1995 | Bursa Paralel Indonesia merger dengan Bursa Efek Surabaya
  • 2000 | Sistem Perdagangan Tanpa Warkat (scripless trading) mulai diaplikasikan di pasar modal Indonesia
  • 2002 | BEJ mulai mengaplikasikan sistem perdagangan jarak jauh (remote trading)
  • 2007 | Penggabungan Bursa Efek Surabaya (BES) ke Bursa Efek Jakarta (BEJ) dan berubah nama menjadi Bursa Efek Indonesia (BEI)
  • 2 Meret 2009 | Peluncuran Perdana Sistem Perdagangan Baru PT Bursa Efek Indonesia: JATS-NextG

KANTOR PERWAKILAN BURSA EFEK INDONESIA ( BEI )

  1. JAKARTA (Pusat Informasi Go Public) → Jl. Boulevard Barat Raya Blok LA-1 No. 11, Kelapa Gading, Jakarta
  2. ACEH → Jl. Tengku Imeum Leung Bata No. 84, Aceh
  3. SUMATERA UTARA → Jl. Ir. H. Juanda Baru No A5-6 , Medan
  4. RIAU | Jl. Jend. Sudirman No.73, Pekanbaru – Riau
  5. SUMATERA BARAT → Jl. Pondok No. 90 A, Padang – Indonesia
  6. KEPULAUAN RIAU → Komplek Mahkota Raya Blok A. No.11, Jl. Raja H. Fisabillilah – Batam Center 29456 Batam – Kepulauan Riau
  7. JAMBI Jl. Kolonel Abun Jani No.11A dan 11B, Kel. Selamat Kec. Telanaipura, Kota Jambi
  8. BENGKULU → Jl. Jend. Sudirman No. 219B, RT. 3 RW 1, Kelurahan Pintu Batu, Kecamatan Teluk Segara
  9. SUMATERA SELATAN → Jl. Angkatan 45, No. 13-14 Demang Lebar Daun, Palembang 30137
  10. BANGKA BELITUNG → Ruko NIAGA CENTER Blok G Lt.2, Jl. Jenderal Sudirman, Kelurahan Pasar Padi
  11. LAMPUNG → Jl. Jend. Sudirman No. 5D, Bandar Lampung, 35118
  12. BANTEN → Jl. Veteran no 39-40, Serang – Banten
  13. JAWA BARAT → Jl. P. H. H. Mustofa No. 33 Bandung
  14. JAWA TENGEH 1 → Jl. M.H. Thamrin No. 152, Semarang – Jawa Tengah, 50314
  15. JAWA TENGEH 2 → Gedung Graha Prioritas (Lantai 1 dan 2), Jl. Slamet Riyadi No. 302-304 Solo – Surakarta 57141
  16. YOGYAKARTA → Jl. P. Mangkubumi No. 111, Yogyakarta
  17. JAWA TIMUR → Gedung Bursa Efek Indonesia, Lantai 7 | Jl. Taman Ade Irma Suryani (TAIS) Nasution No 21, Surabaya 60271 – Indonesia
  18. BALI → Jl. Cok Agung Tresna No. 163 Renon – denpasar
  19. NUSA TENGGARA BARAT → Jl. Pejanggik No 47 C, Mataram
  20. KALIMANTAN BARAT → Komplek Perkantoran Central Perdana Blok A2-A3, Jl. Perdana – Kota Pontianak
  21. KALIMANTAN TENGAH → Jl. RTA Milono Km 1,5 Ruko No. 1, Palangka Raya
  22. KALIMANTAN SELATAN  → Jl. Ahmad Yani, Kilometer (PAL) 1,5, No. 103, Banjarmasin – Kalimantan Selatan
  23. KALIMANTAN TIMUR  → Jl. Jend. Sudirman No. 33-B, Balikpapan – Indonesia
  24. SULAWESI UTARA → Ruko Mega Style Blok 1C No.9, Kompleks Mega Mas Jl. Piere Tendean – Boulevard, Manado 95111
  25. SULAWESI TENGAH → Jl. Jenderal Sudirman No 01 Ruko Petak 05, Lolu – Palu
  26. SULAWESI SELATAN → Jl. Dr. Sam Ratulangi No. 124 – Makassar
  27. SULAWESI TENGGARA → Jl. Syekh Yusuf No.20, Kota Kendari
  28. MALUKU → Jl. Philip Latumahina No. 16, Kel. Honipopu, Kec. Sirimau. RT/RW 001/003, Kota Ambon.
  29. PAPUA BARAT → Jl. Trikora Wosi No 86, Kel. Wosi, Kec. Manokwari Barat, Kab. Manokwari, Papua Barat.
  30. PAPUA → Komplek Perkantoran Ardipura No 3, Jl. Ardipura Polimak Jayapura – Papua.

TATA KELOLA PERUSAHAAN BEI ( BURSA EFEK INDONESIA )

Tata Kelola Perusahaan atau Corporate Governance (selanjutnya disebut sebagai CG) merupakan suatu sistem yang dirancang untuk mengarahkan pengelolaan perusahaan secara profesional berdasarkan prinsip-prinsip transparansi, akuntabilitas, tanggung jawab, independen, kewajaran dan kesetaraan. BEI sebagai fasilitator dan regulator pasar modal di Indonesia memiliki komitmen untuk menjadi Bursa Efek yang sehat dan berdaya saing global.

Penerapan komitmen CG yang baik atau biasa disebut Good Corporate Governance (GCG) terkandung pada misi Perusahaan yaitu menciptakan daya saing untuk menarik investor dan emiten melalui pemberdayaan Anggota Bursa dan Partisipan, penciptaan nilai tambah, efisiensi biaya serta penerapan good governance.

BEI telah berhasil menerapkan pedoman, kerangka kerja serta prinsip-prinsip CG secara efektif dan efisien dalam kegiatan operasional Perusahaan dan senantiasa memperbaiki praktik CG di masa yang akan datang. Manfaat dari penerapan GCG dapat berdampak positif pada terciptanya akuntabilitas Perusahaan, transaksi yang wajar dan independen, serta kehandalan dan peningkatan kualitas informasi kepada publik.

Tujuan BEI ( Bursa Efek Indonesia ) Menerapkan CG   yaitu ;

  • Sebagai pedoman bagi Dewan Komisaris dalam melaksanakan pengawasan dan pemberian saran-saran kepada Direksi dalam pengelolaan Perusahaan.
  • Sebagai pedoman bagi Direksi agar dalam menjalankan kegiataan sehari-hari Perusahaan dilandasi dengan nilai moral yang tinggi dengan memperhatikan Anggaran Dasar, etika bisnis, perundang-undangan dan peraturan yang berlaku lainnya.
  • Sebagai pedoman bagi jajaran manajemen dan karyawan BEI dalam melaksanakan kegiatan maupun tugasnya sehari-hari sesuai dengan prinsip-prinsip CG.

Strategi Bursa Efek Indonesia ( BEI ) agar implementasi CG berjalan dengan baik (GCG) yaitu:

  • Memelihara Pedoman, Piagam, dan Prosedur Tata Kelola secara konsisten
    BEI melakukan proses review secara berkala terhadap Pedoman, Piagam dan Prosedur. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas Pedoman, Piagam, Prosedur sehingga BEI dapat menghasilkan kinerja yang lebih baik.
  • Sosialisasi yang berkesinambungan mengenai prinsip-prinsip CG
    BEI telah melakukan proses sosialisasi yang berkesinambungan mengenai prinsip-prinsip CG tersebut kepada seluruh karyawan dan stakeholder. Sosialisasi ini bertujuan untuk menanamkan prinsip-prinsip CG kepada seluruh karyawan, sehingga dalam menjalankan kegiatan operasional Perusahaan, karyawan selalu patuh terhadap ketentuan CG.
  • Penilaian pihak ketiga atas pelaksanaan CG di BEI
    BEI meyakini bahwa penilaian pihak ketiga akan meningkatkan kualitas CG.

Ruangan BEI


CARA MENJADI INVESTOR

1 ] Siapkan dokumen pribadi, seperti KTP, Buku Tabungan & NPWP ( jika diperlukan )

2 ] Isi Formulir di perusahaan Sekuritas ( Formulir pembukuan SUB Rekening Efek dan Formulir rekening dana investor )

Setelah rekening efek dan rekening dana nasabah siap, investor dapat langsung mentransfer sejumlah dana ke rekening dana nasabah untuk melakukan pembelian dan penjualan saham.

Dokumen persyaratan pembukaan rekening efek:
1. Fotokopi KTP
2. Fotokopi NPWP (jika ada)
3. Fotokopi halaman depan buku tabungan
4. Materai Rp6.000 minimal 2 buah

Perusahaan Sekuritas

Perusahaan Sekuritas atau perusahaan efek adalah perusahaan yang telah mendapat izin usaha dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan untuk dapat melakukan kegiatan sebagai perantara perdagangan efek (broker).

Rekening Efek

Rekening efek adalah rekening transaksi jual dan transaksi beli efek yang dibayar/diterima secara tunai pada waktu jatuh tempo.

Rekening Dana Investor

adalah Rekening di Bank atas nama investor yang terpisah dari rekening sekuritas (atas nama sekuritas) yang digunakan untuk keperluan transaksi jual beli saham oleh investor.

3 ] Setorkan dana awal ke nomor rekening dana investor || Masing-masing perusahaan sekuritas memiliki ketentuan nilai deposit yang berbeda. Investor menyetorkan dana ke rekening dana investor ATAS NAMA INVESTOR SENDIRI, bukan orang atau pihak lain

4 ] Siap Berinvestasi


SAHAM

Saham dapat didefenisikan sebagai tanda penyertaan modal seseorang atau pihak ( banda usaha ) dalam suatu perusahaan atau perseroan terbatas.

Saham adalah bukti kepemilikan suatu perusahaan yang merupakan klaim atas penghasilan dan kekayaan perseroan. Perusahaan yang sahamnya dapat dibeli di Bursa Efek Indonesia disebut Perusahaan Tercatat. Saham merupakan salah satu produk pasar modal yang menjadi salah satu instrumen investasi untuk jangka panjang.

Saham (stock) merupakan salah satu instrumen pasar keuangan yang paling popular. Menerbitkan saham merupakan salah satu pilihan perusahaan ketika memutuskan untuk pendanaan perusahaan. Pada sisi yang lain, saham merupakan instrument investasi yang banyak dipilih para investor karena saham mampu memberikan tingkat keuntungan yang menarik.

Saham dapat didefinisikan sebagai tanda penyertaan modal seseorang atau pihak (badan usaha) dalam suatu perusahaan atau perseroan terbatas. Dengan menyertakan modal tersebut, maka pihak tersebut memiliki klaim atas pendapatan perusahaan, klaim atas asset perusahaan, dan berhak hadir dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).

Keuntungan Saham

Pada dasarnya, ada dua keuntungan yang diperoleh investor dengan membeli atau memiliki saham

  • Dividen

Dividen merupakan pembagian keuntungan yang diberikan perusahaan dan berasal dari keuntungan yang dihasilkan perusahaan. Dividen diberikan setelah mendapat persetujuan dari pemegang saham dalam RUPS. Jika seorang pemodal ingin mendapatkan dividen, maka pemodal tersebut harus memegang saham tersebut dalam kurun waktu yang relatif lama yaitu hingga kepemilikan saham tersebut berada dalam periode dimana diakui sebagai pemegang saham yang berhak mendapatkan dividen.

Dividen yang dibagikan perusahaan dapat berupa dividen tunai – artinya kepada setiap pemegang saham diberikan dividen berupa uang tunai dalam jumlah rupiah tertentu untuk setiap saham – atau dapat pula berupa dividen saham yang berarti kepada setiap pemegang saham diberikan dividen sejumlah saham sehingga jumlah saham yang dimiliki seorang pemodal akan bertambah dengan adanya pembagian dividen saham tersebut.

  • Capital Gain

Capital Gain merupakan selisih antara harga beli dan harga jual. Capital gain terbentuk dengan adanya aktivitas perdagangan saham di pasar sekunder. Misalnya Investor membeli saham ABC dengan harga per saham Rp 3.000 kemudian menjualnya dengan harga Rp 3.500 per saham yang berarti pemodal tersebut mendapatkan capital gain sebesar Rp 500 untuk setiap saham yang dijualnya.

Risiko Saham

Sebagai instrument investasi, saham memiliki risiko, antara lain:

  1. Capital Loss

Merupakan kebalikan dari Capital Gain, yaitu suatu kondisi dimana investor menjual saham lebih rendah dari harga beli. Misalnya saham PT. XYZ yang di beli dengan harga Rp 2.000,- per saham, kemudian harga saham tersebut terus mengalami penurunan hingga mencapai Rp 1.400,- per saham. Karena takut harga saham tersebut akan terus turun, investor menjual pada harga Rp 1.400,- tersebut sehingga mengalami kerugian sebesar Rp 600,- per saham.

  1. Risiko Likuidasi

Perusahaan yang sahamnya dimiliki, dinyatakan bangkrut oleh Pengadilan, atau perusahaan tersebut dibubarkan. Dalam hal ini hak klaim dari pemegang saham mendapat prioritas terakhir setelah seluruh kewajiban perusahaan dapat dilunasi (dari hasil penjualan kekayaan perusahaan). Jika masih terdapat sisa dari hasil penjualan kekayaan perusahaan tersebut, maka sisa tersebut dibagi secara proporsional kepada seluruh pemegang saham. Namun jika tidak terdapat sisa kekayaan perusahaan, maka pemegang saham tidak akan memperoleh hasil dari likuidasi tersebut. Kondisi ini merupakan risiko yang terberat dari pemegang saham. Untuk itu seorang pemegang saham dituntut untuk secara terus menerus mengikuti perkembangan perusahaan.

Di pasar sekunder atau dalam aktivitas perdagangan saham sehari-hari, harga-harga saham mengalami fluktuasi baik berupa kenaikan maupun penurunan. Pembentukan harga saham terjadi karena adanya permintaan dan penawaran atas saham tersebut. Dengan kata lain harga saham terbentuk oleh supply dan demand atas saham tersebut. Supply dan demand tersebut terjadi karena adanya banyak faktor, baik yang sifatnya spesifik atas saham tersebut (kinerja perusahaan dan industri dimana perusahaan tersebut bergerak) maupun faktor yang sifatnya makro seperti tingkat suku bunga, inflasi, nilai tukar dan faktor-faktor non ekonomi seperti kondisi sosial dan politik, dan faktor lainnya.


PASAR MODAL DAN BURSA EFEK INDONESIA

Pasar Modal mempertemukan pihak yang membutuhkan dana jangka panjang dengan pihak yang membutuhkan sarana investasi pada produk keuangan (Saham, Obligasi, Reksa Dana dan lain-lain)

Bursa Efek Indonesia (BEI) merupakan tempat atau wadah bagi para pelaku saham untuk memperdagangkan/memperjualbelikan setiap saham/efek yang mereka miliki dan ingin beli.

BEI ibarat mal yang menyediakan tempat kepada para pihak untuk bertransaksi.


SAHAM di BURSA EFEK INDONESIA ( BEI )

Per tanggal 11 Oktober 2018 jumlah perusahaan yang mencatatkan perusahaan nya di BEI adalah 608 Perusahaan.

Untuk memudahkan investor memilih saham, BEI mengeluarkan beberapa indeks daftar saham berdasarkan berbagai karakteristik, salah satunya Indeks LQ45

Indeks LQ45 berisi daftar saham yang hanya terdiri dari 45 saham yang telah terpilih melalui berbagai kriteria pemilihan, sehingga akan terdiri dari saham-saham dengan likuiditas dan kapitalisasi pasar yang tinggi dari jumlah keseluruhan saham yang ada di Bursa Efek Indonesia. Pemilihan daftar Saham LQ45 dilakukan setiap 6 bulan.

CARA BELI dan JUAL SAHAM

Untuk pembelian saham, investor harus menyiapkan dana sesuai harga saham dan membayar biaya transaksi untuk perusahaan sekuritas (fee broker).

Sedangkan untuk penjualan saham, total dana yang didapat investor adalah nilai sesuai harga jual saham dikurangi biaya transaksi dan PPh.

Biaya transaksi tersebut berbeda-beda di setiap perusahaan sekuritas, namun umumnya 0,2—0,3% dari nilai transaksi pembelian saham (termasuk PPN) dan ditambah PPh 0.1% khusus untuk transaksi penjualan saham.

sumber :www.idx.co.id dan yuknabungsaham.idx.co.id