Apa itu reksa dana pasar uang – reksadana saham dan reksa dana Pendapatan Tetap dan reksadana campuran  ?

REKSADANA

seminggu.com | Apa itu Reksadana ??
kali kita akan membahas tentang positif dan negatifnya Reksadana.

REKSADANA itu intinya adalah produk keuangan, dimana kita dan ribuan orang lainnya “para investor” mengumpulkan dana kita jadi satu kemudian diserahkan ke pihak lain yaitu Perusahaan yang menjadi manager investasi untuk diinvestasikan ke berbagai instrument keuangan lain.

misalnya ke saham, obligasi dan pasar uang. Nah Jenis ReksaDana nya itu menentukan kemana uang kita akan di investasikan.

Di Indonesia biasanya ada 4 jenis Reksadana, yaitu :

  • Reksa Dana Pasar Uang

Kalu kita masuk ke reksadana pasar uang, uang kita akan di investasikan ke deposito dan sertifikat Bank Indonesia.

  • Reksa Dana Pendapatan Tetap

Untuk reksa dana pendapatan tetap, mayorita uang kita akan dimasukkan ke obligasi atau surat utang.

  • Reksa Dana Saham

Untuk reksa dana saham, sekitar 80% uang kita akan dibelikan saham.

  • Reksa Dana Campuran

Sesuai dengan namanya untuk reksadana ini uang kita bisa masuk ke Obligasi, saham maupun Deposito.

Nah kenapa kita ngak investasikan aja ke saham atau obligasi ?? Apasih untungnya lewat Reksa Dana ?
Kita langsung bahas di Positif dan Negatifnya Reksa Dana…

reksadana

Kita mulai dari keuntungannya atau Positifnya,
Keuntungan ke-1 adalah adanya manager investasi atau seorang profesional keuangan yang ahli dan berpengalaman dalam berinvestasi, jadi kita tinggal titipkan uang kita ke Manager Investasi lewat Reksadana.
dan Manager investasi nantinya yang akan memikirkan bagaimanacaranya untuk diversifikasi dan untuk dapat keuntungan maksimal.

Keuntungan ke-2 berinvestasi di Reksa Dana bisa di beli eceran, maksudnya dengan uang yang relatif kecil yaitu dengan Rp100.000 kita sudah bisa beli reksa dana. Coba kalau kita bandingin dengan instrument keuangan kalau kita beli sendiri, deposito misalnya ; untuk kita supaya bisa dapat bunga deposito tinggi kira-kira setaralah dengan reksa dana pasar uang itu biasanya kita harus masukin uang minimal 1Millyar. Untuk Obligasi kalau kita beli sendiri umumnya minimal kita harus beli dalam kelipatan 5jt atau bahkan 50jt untuk bisa masuk ke obligasi. Lalu untuk saham kita minimal harus masuk 1 lot atau 100 lembar, dan harganya itu sangat tergantung harga saham , bisa aja 1 lembarnya itu Rp50.000. Dan umumnya brokerpun diharuskan kita menempatkan dana 5jt untuk bisa mulai jual beli saham.

kesimpulannya adalah Orang-orang yang tadinya mungkin uangnya belum cukup untuk mulai investasi sendiri jadi kalau pake reksa dana dia bisa masuk kecil-kecilan.

Keuntungan ke-3 Reksadana itu bisa dijual kapan aja atau liquid, tidak seperti deposito dimana kita harus menunggu jatuh tempo dulu baru bisa di cairkan.

Nah berikutnya kita akan bahas minusnya investasi di Reksa Dana.

pertama : ada fee untuk manager investasi
ingat manager investasi tadi yang mengurus uang kita? kan pastinya kita harus bayar mereka dong? jadi fee untuk manager investasi itu bervariasi biasanya akan ada fee 2 kali : ketika kita transaksi beli reksa dana, fee nya umumnya 1% – 3% Kemudian nanti juga ada fee ketika kita jual itu biasanya 0.5% – 1%. Nah jadi sebelum kita beli reksa dana jangan lupa untuk cek dan hitung fee untuk manager investasi berapa.

Kedua : kinerja dari manager investasi
jadi ini juga bisa jadi sisi minus, karena banyak juga saat-saat dimana manager investasi yang kita pilih tidak menghasilkan kinerja yang di inginkan. misalnya kinerjanya kalah dibanding produk lain dari manajer investasi sebelah. atau bahkan bisa saja reksa dana saham kinerjanya bisa lebih buruk dari pada index saham.
inikan sedih juga, kita sudah bayar fee 2% tapi ternyata kenierjanya kalah dibandingkan dengan index saham.

Jadi sebernarnya jika kita punya niat untuk belajar instrument keuangan atau belajar saham, dan kita punya waktu juga untuk memantau dan melakukan. Bisa jadi akan lebih baik kalau kita berinvestasi sendiri tanpa lewat reksa Dana.

Minus Reksa Dana lainnya adalah NAB belum setel pada saat transaksi.

RISIKO REKSA DANA

Reksa Dana pasar uang -> ini risikonya paling kecil karena uang kita akan masuk ke deposito, maka keuntungannya tiap tahunnya ya mirip-mirip dengan deposito. Resikonya adalah kalau tiba-tiba ekonomi Indonesia hancur, kalu kita punya deposito itu masih dijamin oleh LPS. maksudnya kalau bank nya bangkrut LPS yang nantinya menggantikan Uang kita. sedangkan di reksa dana pasar uang itu tidak ada yang menjamin.

nah, begitu masuk di Reksa Dana pendapatan tetap dan campuran makin gede nih resikonya karena sudah mulai ada obligasi dan saham berarti mulai ada resiko penurunan harganih.
untuk reksa dana pendapatan tetap dan campuran memang bisa aja dalam 1 tahun keuntungannya 3x lipat dari deposito namun berisiko besar.

Investasi Reksa dana saham, dengan iming-iming keuntungannya paling besar ingat di reksa dana saham ini resikonya paling besar juga. walaupun tidak beda jauh dari pergerakan index IHSG, tapi kalau kita salah timing atau salah pilih manager investasi, bisa ajatuh dalam 3 tahun keuangan terguras terus tidak pernah untung.

CARA BELI REKSA DANA

cara paling mudah beli reksa dana adalah lewat BANK, mudah karena kita pasti sudah punya rekening BANK, jadi yang perlu dilakukan adalah beli reksa dana lewat bank yang sama.

caranya ada 2 , bisa ke cabang atau online di website Bank resminya.

Selain BANK banyak cara lain utnuk beli reksa dana yaitu bisa lewat perusahaan sekuritas dan website eCommerce.
tapi ribetnya adalah akan ada langkah tambahan untuk buka akun disitus tersebut. dan setiap transaksi pastinya tetap aja akan melibatkan rekening bank kita, tapi ada keuntungan tambahan juga kalau kita lewat sekuritas atau web ecommerse dimana feenya akan lebih rendah dari BANK bahkan bisa gratis. Sampai disini dulu penjelasan nya mengenai apa itu reksa dana.

Kesimpulan :
intinya kalau kita yang punya banyak waktu untuk belajar dan memantau obligasi dan saham mungkin reksa dana ini bisa jadi pilihan yang paling tepat. yang penting kita sudah pastikan dan tau resiko dan semua fee yang ada sebelum memulai reksa dana.