Tahukah anda bagaimana perbedaan orang kaya dan orang miskin dalam menggunakan uangnya, menghabiskan uangnya dari uang yang dihasilkan misalnya apakah itu dari gaji dari penghasilah ataupun dari dagangannya?

1. Orang kaya itu membeli aset sedangkan orang miskin membeli liability

Orang kaya membeli aset misalnya mobil, mobil tersebut disewakan ataupun digunakan untuk menghasilkan uang bukan disimpan di garasi.

Bisa juga dengan membeli rumah dengan catatan sudah punya rumah untuk tempat tinggal, nah rumah kedua dan seterusnya dapat dikontrakkan ataupun disewakan.

Sedangkan orang miskin itu membeli liability

Apakah liability itu? Dia sudah membeli barang, nah barang itu dicicil misalkan 60x. Contoh motor ataupun mobil dibeli dengan jumlah yang banyak setelah dijual kembali harganya turun.

Inilah yang disebut liability yang berarti uang anda semakin lama semakin mengecil. Nah itu salah satu contoh bagaimana orang miskin menggunakan uangnya, uangnya tidak berkembang biak tetapi malah uangnya semakin menurun jumlahnya. Jadi belilah sesuatu ysng sifatnya aset.

2. Orang kaya itu selalu menabung (Pay Me First)

Jadi ketika ada uang dia selalu sisihkan untuk nabung, biaya hidupnya diutamakan tetapi pasti ada sisa yang ditabung. Sedangkan orang miskin semua gajinya itu selalu dihabiskan bahkan kalau perlu untuk terlihat kaya maka diamenghabiskan seluruh gajinya untuk gaya hidupnya bahkan tidak cukup dan berhutang pula.

Anda harus tau bahwa menjadi kaya itu penting tapi terlihat kaya itu tidak penting.

3. Orang Kaya itu Mencicil untuk Menghasilkan Income yang Produktif

Jadi orang kaya itu mencicil untuk investasi, contohnya anda mencicil rumah. Kalu misalkan rumah itu bisa menghasilkan kenapa tidak? Mencicil apartemen misalnya, boleh-boleh saja misalkan apartemen itu nanti dijadikan usaha atau untuk disewakan.

Jadi misalkan anda mencicil apartemennya 100x katakan saja down paymentnya 20x cicilan, sisanya 80x dicicilkan oleh penyewanya dan itu terjadi banyak bangat. Berarti anda cuman membeli apartemen itu seharga 20x cicilan. Nah itu cara orang kaya mencicil.

Sedangkan orang miskin ada yang membeli handphone dicicil. Jadi anda itu mencicil sesuatu yang tidak pernah ada habisnya, intinya beli barang-barang yang tidak perlu itu dicicil. Akhirnya rumah anda banyak barang yang tidak berguna, dan ketika barang itu dijual tidak ada harganya. Nah itulah kenapa orang miskin sangat berbeda dengan orang kaya didalam cara dia menggunakan uangnya.

4. Orang Kaya Bisa Menunda Kesenangannya

Contohnya orang kaya pengen beli barang mewah, misalnya beli jam mewah. Orang kaya pasti berpikir jam mahal itu bukan untuk pamer tetapi jam mahal itu punya nilai investasinya. Contoh jam tangan Rolex, nah jam tangan Rolex itu anda bisa membeli mungkin dulunya seharga 50.000.000 sekarang harganya kalau dijual 10 tahun kemudian bisa jadi 100.000.000. Jadi membeli Rolex itu seperti membeli logam mulia.

Sedangkan orang miskin itu, dia tidak bisa menunda kesenangan sehingga dia menghamburkan uangnya, tidak ada nilai investasinya yang ada terkena deprisiasi akhirnya terkena inflasi sehingga nilai investasinya tidak ada.

Jadi belilah sesuatu itu yang mempunyai nilai investasinya. Uang yang anda hasilkan dan yang anda keluarkan, sewaktu anda keluarkan bisa menghasilkan nilai investasi lagi.

5. Orang Kaya Membeli Fungsi sedangkan Orang Miskin itu Membeli Gengsi

Kita misalkan aja orang kaya membeli mobil merek Mercy, mobil itu pada saat ada event ataupun nikahan selalu dicari orang untuk disewakan. Nah intinya ketika mobil disewakan pajak tahunan sudah dibayarkan oleh penyewa kemudian ongkos servis oli sudah dibayarkan. Berarti ketika mobil itu nilainya menurun, tidak menurun amat karena bisa mendatangkan uang.

Sedangkan membeli gengsi, anda sudah membeli dari aktif income anda dan aktif income anda dikurangi pengeluaran anda masih minus dan anda masih mencicil lagi barang baru, nah itu konyol tambah konyol ditambah konyol lagi.

Itulah mengapa orang miskin semakin miskin, karena dia mencicil terus seumur hidupnya dan dia tidak sadar kalau suatu haru ketika dia tidak bisa lagi bekerja sumber penghasilannya stop, dan akhirnya dari mana dia mencicil semua biaya kehidupannya sehari-hari? Akhirnya ketika semua asetnya dijual sudah tidak afa harganya, itulah mengapa seumur hidup akan miskin terus.